Jumat, 17 Juni 2011

Burung yang Luka

mau izinkan aku sekali lagi bermain?
ada taman di ujung jalan sana, yang semakin indah seiring ciap burung yang berlari.

ada hati yang lemah.
menangis di sudut yang cerah.
ah, aku memang tak berhak menilai apa-apa.

suasana pagi memang mempesona.
selalu mempesona.
dengan hawa cerianya yang penuh harap.
tapi malam akan selalu lebih indah lagi.

ada selimut kelam yang menjaga dari hawa yang mengancam.
ada sang penjaga yang bersembunyi diamdiam.

seperti burung kenari dan elang.
andai patah sayap keduanya, kenari malah tampak memohon asih.
aku suka elang yang luka.
tak menangis.
tak terlihat.