Minggu, 12 Juni 2011

Pelangi di Malam Hari

masih ingat tentang  pelangi dan biasnya?
kita menyanyikan segalanya dengan kata yang sederhana

ah, bukan dusta saat kau dengan riang menarikan apa yang ada di sanubari
aku tahu ceriamu,
seperti permen yang kau kulum sembunyi-sembunyi karena takut dimarahi ibu
tak bisa kau tutupi

kita merangkai dusta
dusta pelangi
pada orang dewasa yang tak bisa kita bohongi
lalu tertawa, merasa tak ada yang perlu disesali

saat kita menatap awan dan membiarkan imaji liar mencuri tempat
dari peri hingga monster ganas
lalu kita berlari-lari, sambil memekik dengan giat
seakan makhluk imaji mulai memanas

hangat
meski hujan membasuh tubuh
basah, tanpa tersisa

kita riang, seperti pelangi
ya, seperti pelangi di petang hari

lalu...
apa pelangi kita kini hadir di malam hari?