Selasa, 09 Agustus 2011

Surat Bisu untuk Sang Perantara

tenanglah..
aku tak kan berjanji untuk sejenak
sebab aku memang tak sama
menapaki hari yang telah kupilin imaji
tak ada yang pahami

dan tataplah pelangi dengan cerah hati yang sebenarnya
jangan berpaling. jangan dengan harap hadir sesuatu
sebab waktu akan semakin lambat bagimu
dan hatimu akan semakin resah dalam penantian

tenanglah..
setetes air di tanah hutan gunung
tak kan lupa pada puncak yang mengenalkannya pada langit
tenanglah..
ikan salmon yang mengembara pasti kan kembali
tenanglah..
tetes air kecil itu juga mau jadi pelangi

tapi ia berbeda, dan tak mau jadi sama
ia bergulir perlahan, sendiri
hendak mencapai laut, agar mentari bisa menguapkannya
menjadi awan yang kan terbang ke langitmu lagi
dan jatuh sebagai hujan yang hadirkan pelangi

maka tenanglah,
aku tak berjanji untuk sejenak
aku tak bilang satuan waktu
tapi tenanglah, ia kan jadi pelangi
aku tak bilang begitu indah
sebab takut kau menunggu,
sebab takut tak sama dengan imajimu

tapi tenanglah,
aku tahu kau, bahkan sebelum kau berkata
tapi tak kan ada yang mengerti maksudku.
karena tak ada yang pernah jadi aku
tidak tetes air sesudahnya, atau sesudahnya lagi

maka tenanglah,
kumohon tenanglah.
tak ada yang tau caraku menangis.
tapi aku tahu kau, meski kau selalusumringah

maka tenanglah,
karena aku selalu ingin jadi pelangi
yang berbeda dari apa yang pernah ada

maka tenanglah,
sebab aku tak benarbenar berhenti
ada alasan yang sulit dikata.

maka tenanglah...
biar binarmu tetap terus ada..