Selasa, 25 Oktober 2011

Satu hari di bulan oktober

Satu hari di bulan oktober. Ini nyaris penghujung bulan. Hari dimana kau pertama kali menatap dunia. Ada tangis kecil yang laiknya malaikat bagi mereka yang menanti kehadiranmu hari itu. Bertahun lalu.
Waktu bergulir, sudah belasan kali kau mengulang hari ini. Tapi, hari ini angka belasan itu akan berganti. Siapapun tahu, ini akhir dari masa remaja. Tidak ada lagi dua digit dengan angka satu di depannya.
Hari ini kau melangkah semakin ke depan. Semakin maju. Semakin jauh. Seperti daftar mimpi yang semakin panjang, dan list pencapaian yang akan semakin banyak dicoret lagi. Perencanaan-perencanaan yang semakin mendekati tujuannya.
Pagi ini mungkin terasa sedikit berbeda. Mentari yang mungkin lebih terasa hangat dari hari kemarin. Langit yang mungkin terasa lebih cerah dari biasanya. Harapan tentang hari ini yang mungkin banyak berpilin. Dan harapan untuk hari yang akan datang.
Hari ini langit penuh. Ada do’a-do’a yang berpilin dan menguntai ke langit. Tentangmu. Tentang kebaikan untukmu di hari ini dan setahun ke depan, dan seterusnya sepanjang hidupmu. Dari orang-orang terdekatmu, dari mereka yang mengenalmu, dari mereka yang senyumnya sempat terukir karenamu. Ada yang mengucapkannya langsung padamu, ada yang belum sempat mengatakan apapun. Hari ini begitu istimewa. Karena langit dipenuhi dengan namamu yang terselip dalam do’a mereka.

Selamat Hari Lahir. Otanjoubi omedetou. Miladuka Sa’id. Happy birthday.
Atau bagaimanalah kalimatnya.
Doaku standar saja. Seperti tahun-tahun sebelumnya. Semoga lebih baik dari tahun yang telah lewat. Semoga mimpimu lekas terwujud. Semoga makin bahagia. Semoga semakin banyak senyum tulus yang terukir. Semoga binar pada matamu yang dulu pernah kulihat tak pernah hilang.
Maaf, kalau ucapan ini tak seberapa berarti.

ohya, waktu lagi nyari gambar, ga sengaja nemu gambar ini.
hhe..
:p
Selamat menjelang nominal 20. Maaf tahun ini tak ada kado apapun yang bisa diberikan.
-^.^-