Rabu, 16 November 2011

Phobia Neko-chan

sekitar dua hari yang lalu aku pulang dari err.. katanya Farewell Party panitia MPKMB 48, karena sebelumnya aku pernah  nginep di RS (Rumah Sejahtera) dan malam itu kebetulan ketemu Hevi yang juga penghuni RS, aku memutuskan buat mampir dulu sekalian ngambil barang yang ketinggalan di sana. Ga kerasa udah jam sepuluh lewat, udah lewat jam malam. Karena besok kuliah juga siang, aku numpang ngabisin malem disana sambil ngerjain laporan juga tentunya. (Hal rutin sebelum tidur di semester 3 ini) -,-a

Singkat cerita, pagi menjelang. Angin subuh mulai berhembus. Halah, aku nulis apa. Intinya sudah setengah 6 dan sudah waktunya aku balik ke kontrakan aku. Pagi ini bahagia banget nyusurin Bara yang masih sepi tanpa tukang jualan, angkot yang lalu lalang, dan orang yang berseliweran. Itu indahnya pagi di daerah kampus. Hahha.

Agak lama juga aku jalan sepertinya, ngisi paru-paru sama oksigen yang belum terkontaminasi kegiatan manusia. Dan, sampailah aku di kontrakan. Tapi salam pagi ini beda dari salam biasanya yang cuma : "Assalamu'alaikum, aku pulang."

"Assalam..." Salam aku terhenti ketika pagi ini sesosok makhluk putih muncul dari balik pintu, terlihat karena gorden jendela tersibak sedikit. 'Wuaaa....makhluk berbulu itu pasti...' otakku memproses input yang terlihat itu dan jadilah salam pagi itu berubah jadi, "Huwaa, tolong, itu di balik pintu!" plus tampang melas dan mojok-mojok ke teras rumah (padahal pintu dibuka juga belum). Aku udah panik begitu, si makhluk bukannya pergi malah naikin kaki depannya ke tepi jendela, udah kaya apa lah itu, matanya ngeliatin aku. 'Oh tidak, oh tidak, pengen lompat aja gue, ga mau balik ke kontrakan!!' >,< aku makin mojok ke sudut teras rumah. Membuat jarak sejauh yang aku bisa.

Dan akhirnya begitu aku nyaris lompat kabur, si Opi muncul dan masukkin kucingnya ke kandang, dan ternyata ada dua kucing yang mulai hari itu bakal nginep di kontrakan aku dalam waktu yang tidak ditentukan. Yang putih namanya Shiro, dia jantan. Yang satu lagi belang-belang namanya Betty, yang ini betina. Aku belum ngamatin apa aja warna belangnya, habis kalo diliatin dia malah ngeliat balik, dan itu nyeremin buat aku yang takut kucing. -,-a

And here we go, sepertinya aku mesti mulai berdamai, taaruf, baikan, dan apalah itu namanya sama makhluk berbulu satu ini. Kalau ga, kedamaian aku di kontrakan bakal berkurang.