Selasa, 15 November 2011

Pure Jail


 Penjara suci,
begitu kita menyebutnya.
sebuah tempat terisolasi di kaki gunung ciremai.
jauh di hati, kita menyadari bahwa kita terjaga

Ini tempat dimana kita menghabiskan banyak masa
tumbuh bersama dalam satu tempat kecil yang telah kita hafal setiap sudutnya
ini tempat dimana kita menyusun balok asa
kalau lulus nanti, kita pasti berguna

Seribu tahun lagi aku kembali pun masih terdengar tawa riang kita
masih terbayang lapangan yang penuh cerita haru, juga suka
masih terlihat tempat dimana kita menghapal ayat suci dari-Nya
masih terdengar gaung matsurat yang sesekali tak kita baca
karena mencari sensasi masa remaja

Ini taman yang kita sebut “Bunderan haka”
bukan “Bundaran HI” seperti di Jakarta
ini tempat kita membakar secarik surat cinta
atas nama ‘setia kawan’ dan tekad membaja menggapai asa

Ini taman kecil kita
dimana kita bernyanyi sambil menabuhkan galon Aqua
ini syurga kecil kita
dimana kita menghafal kata atau berbagi cerita
saling berbagi bahu, menguatkan rasa

Ini catwalk mungil kita
dimana kita memamerkan busana dengan bahan seadanya
entah kain, syal, selimut, atau apa saja isi lemari
ini jalan yang penuh bakat kreasi

Ya, ini penjara suci
yang membuat kita tak hanya belajar tentang dunia


Ini penjara kita
dimana kita belajar tentang “Uhibbuki fillah”
ini penjara kita
yang membuat kita merasa dekat meski terpisah

Ini penjara kita, dan lingkar syurga di dalamnya
yang tak kan jenuh untuk dirindu
yang tak kan hilang romantika ukhuwahnya
yang tak kan aus meski dimakan waktu

Ini tempat kita mengukir langkah pertama
tentang cita
tentang dunia