Rabu, 28 Desember 2011

Day#3 "Leadership"

Materi pagi ini aku ga bisa ikutan, pertama karena maag kambuh, di samping itu, si umi yang katanya mau dateng bawain barang-barang yang ketinggalan datengnya lama. Ini "hari pertama", ga mungkin donk aku masuk materi dalam kondisi belum mandi. Hhe..
Finally, umi dateng sekitar jam 10 pagi sampe dzuhur. Bawa makanan, jaket dan lain-lain.

Materi hari ini tentang "Leadership". Pemateri kali ini bukan ka Zeta lagi. Kaka kali ini lebih kinestetik orangnya. Kita main "angin bertiup", dan aku kedapetan tiga kali giliran jaga, yang dua terakhir berturut-turut. Malunyaaa....


Pemateri sore bapak-bapak. Pak Thobari kalo ga salah. Kita outdoor. Menginstruksikan lima orang di depan yang bertingkah sebagai ular. Dan kelompok lain menginstruksikan dua orang yang ceritanya pesawat. Bayangpun! Lima orang atau dua orang di depan, sementara yang instruksi arah ada di belakang, banyak pula! Come on! Tentu aja banyak kesalahan dan ga jelas blablabla.
Oh ya, hari ini juga ada hafalan surat Ash-Shaff:1-4.

Pemateri malam sama dengan kaka yang tadi siang. Kali ini kita disuruh bikin bangunan yang tinggi dari sejumlah kertas yang dikasih. Sebelumnya dari tiga kelompok kecil yang udah kebentuk kita disuruh nunjuk satu orang ketua, dan ternyata masingmasing ketua sudah diplotting akan jadi ketua seperti apa. Diamkah? Banyak bicara kah? atau banyak bekerja kah?
Dan ini ada kaitannya sama materi. *pastilaa*. Seorang pemimpin mesti diam dan memantau kinerja anggotanya, diam disini adalah untuk membiarakan anggotanya memiliki ide-ide kreatif. kemudian bertindak pada saat dibutuhkan agar dapat menjadi Qudwah. Dan berbicara pada saat nasehat atau arahannya dibutuhkan. Atau dengan kata lain disebut Kepemimpinan Situasional.

Oke, waktu udah semakin malam. Dan sekarang sesi penutup. Open yourself. Sama seperti kemarin setiap orang diminta membuka dirinya, dan menjawab apa yang ditanyakan. Sedikit lucu dan kocak pada awalnya. Ada dua anak cowok yang umurnya 12 tahun dan sepertinya masih agak polos. Mereka satu sekolah, pondok sepertinya. Tapi kesan polosnya itu cukup mememeriahkan suasana. Misalnya waktu si anak ditanya kenapa dia bolos, dia jawab "malu pertama kali dibotak. Pas bolos juga sama dia nih" *nunjuk temennya* And so on. Temen sebelahnya ternyata dari SD udah di pondok dan jawaban dia berkali-kali menuai tepuk tangan dari yang lain.

Sampe giliran salah seorang anak. Really amazing! Dia baru kelas 1 SMA, ayahnya udah ga ada. dan di kampungnya, pendidikan buat perempuan itu bukan hal penting. Tapi dia tetep mau sekolah tinggi. Oh ya, dia anak ke9 dari 10 bersaudara. Sangat Luar Biasa. Meski baru 1 SMA dan anak yang hampir bungsu, anak ini amat sangat dewasa. Dia dari keluarga biasa aja. Ayahnya meninggal, dan ibunya kerja serabutan. Sekolah di tempat yang mayoritas orang kaya karena ada orang yang menyekolahkannya. Dan hebatnya lagi, di umur yang segitu Allah sayang banget sama dia. Ada seorang cowok yang suka sama dia, dan -sepertinya- mau ngajak nikah. Tapi sayangnya, si cowok ini udah punya istri. ya Allah... dia nangis-nangis. Memohon sama Allah biar dijaga, dihindarkan dari zina. Dia nangis! Dan ini sangat menyentuh hati banget. Dia anak yang kuat. Tabah. Dan yang paling bikin aku gemetar adalah dia sangat percaya bahwa mimpinya akan terwujud, juga rela melakukan apa aja agar mimpinya bisa terwujud!
ya Allah.. dewasa banget!

Dan hari ke tiga ini sangat melelahkan. Aku tidur tanpa sempat mencuri waktu buat blogging...

Ja ne~!
Sampai postingan berikutnya, yang semoga ga telat lagi
^^//