Jumat, 27 Januari 2012

Antara Aku, Kamu, dan Golongan Darah

Hal yang entah mengapa terfikirkan..

Akhir-akhir ini Fakta Golongan Darah, Membaca Karakter Berdasarkan Golongan Darah atau hal-hal semacam itu sepertinya mulai populer di kalangan orang-orang yang meminati psikologi atau sekedar buat asik-asikan aja. Hal-hal yang terasa "gue banget" dan mudah dipahami, ditambah lagi visualisasi lucu yang gampang di-googling, misalnya saja yang di bawah ini, menjadikan hal ini jadi semakin menarik. Ya kan?
Aku sama Ummi entah kenapa sering banget ngobrolin hal beginian. Dulu pernah si Umi beli buku tentang membaca karakter orang berdasarkan Huruf Depan Nama. Lain kali aku pernah baca juga buku membaca karakter orang lewat sikap tubuh, yang ini biasa, dan cukup jelas aku rasa. Misalnya aja orang yang jalannya tegap, tatapannya tajam, kita bisa tau kalo orang itu punya pandangan yang positif tentang hidup. Atau orang yang tangannya disilangkan di depan dada, bisa jadi ia sedang dalam keadaan defensif. Orang yang tertarik akan sesuatu entah itu percakapan atau yang lainnya akan cenderung mencondongkan tubuhnya ke depan, dan sebaliknya. Yah, hal-hal seperti itu lah...
Lain waktu ada buku yang membicarakan tentang karakter berdasarkan warna fevorit, lalu membaca sifat berdasarkan bentuk wajah, alis, mata, rambut, dan sebagainya. Beberapa waktu lalu aku main ke salah satu toko buku di Depok dan disana juga berjajar buku-buku psikologi, misalnya membaca karakter pria/wanita dari jenis parfum, merk sepatu, bahkan brand ponselnya.

Semakin banyak buku-buku psikologi populer yang menarik dan ringan buat dibaca beredar. Apalagi ditambah dengan psikologi Golongan Darah ini. Hal yang menurut pengalaman aku sih banyak yang ngaku "mirip".

Nah,nerd
sebagai remaja (aseek dah.. hohho), ga jauh-jauh dong pembicaraan di kalangan sesama temen, lagian emang udah waktunya juga sih jadi menurut aku wajar aja.. hehhe..
Apalagi deh kalau bukan masalah 5 Huruf itu : C.I.N.T.A, :blush:ups, jangan keburu mual dulu. Lanjutin dulu aja bacanya sampai akhir.sengihnampakgigi
Jadi, menurut aku,dengan segala problematikanya, masa remaja emang umurnya buat tertarik sama lawan jenis. Nah, sebagai manusia memang udah fitrahnya kaya gitu, dan menggutip kata seseorang : tujuan hidupnya memang menikah. Ada juga nih yang sering-sering mampir di undangan nikah, QS Ar-Rum ayat 21
30:21. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.
Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku” (HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.)
Nah, buat menuju kesana juga pasti ada langkah-langkah yang mesti dilalui juga khan...
Ayo, ayo apa langkah yang kepikiran?
fikirfikirfikirfikirfikirfikirfikir

Nah, buat yang pertama kali kepikiran PDKT trus "pacaran", pasti udah bosen banget khan sama ayat yang satu ini...
"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (Al-Israa': 32)
:galit:
Terus, kalo ga pacaran gimana caranya biar bisa kenal orang itu? Masa iya orang ga kenal tiba-tiba nikah, berasa kkucing dalam karung donk...

Hahha...
Islam sendiri khan juga udah punya cara-cara PDKT ala Islam, misalnya nanya ke orang sekitarnya. Nah, setelah kita tahu beberapa hal tentang si target, ilmu psikologi juga bisa berperan disini.


kalo dari psikologi Golongan Darah, setelah kita tahu golongan darah kita atau si "target" kita bisa ngira-ngira nih, kita bakal cocok atau ga, kumpulin deh macem-macem ilmu (masih ilmu psikologi loh ya..), kaya yang aku sebut di atas, kita cari tahu golongan darahnya, nama depannya, warna favoritnya, sikap tubuh hariannya, cara ngomongnya, cara dia bersikap ke orang tuanya sendiri, ke orang yang lebih tua, ke anak kecil, kalo dia ikut organisasi bisa diliat gimana dia di organisasi yang dia ikuti dan hal-hal lainnya. Cukup transparan dan ga mesti lewat pacaran khan?

Masih merasa beresiko?

Nah, coba sekarang agak flashback buat yang udah beberapa kali pacaran, atau inget-inget cerita temen-temennya deh... Ga semua "pacar" itu jujur khan?putuscinte Okelah, faktanya bisa kita pertimbangkan sendiri.
:siga:
Dan lagi, kalo menurut aku pribadi, hal kaya gini lebih menantang dan lebih seru. Seakan-akan kita lagi nyusun sebuah puzzle, merangkai fakta dan kebenaran dari someone itu.. mengumpulkan satu-satu serpihan kepribadiannya, terus menganalisanya sebagai satu gambaran utuh, udah gitu disesuaikan dengan interview ke orang-orang terdekat dia. Menurut aku sih hal kaya gini lebih asik, greget, menantang, dan... romantisrindu hehhe..
Oke, Arigatou buat kesediannya baca post ini sampe akhir..
Ja Nee... babai
:ngacir:minumminumminum:sleep:
#minumKopiSusuTerusTidur