Minggu, 12 Februari 2012

Taushiyah...singkat saja


Sekelumit taushiyah dari ustadz Asep Nurhalim Lc. di MusGen Perdana LPQ Al-Hurriyah.

Pada suatu majelis, Umar bin Khaththab mengundang Abdullah bin Abbas untuk ikut ke mejelis tersebut.
Dalam majelis itu dibahas surat An-Nasr dan ditanya kepada para peserta majelis maksud yang terkandung dalam surat tersebut.
Hampir semua yang ada dalam majelis tersebut memaknai bahwa dalam surat tersebut diperintahkan untuk bertasbih, bertahmid, dan beristighfar ketika mendapat kemenangan. dan yang paling ditekankan adalah istighfar.
Dan ini merupakan surat terakhir yang turun secara lengkap. Surat ini turun pasca Fathu Makkah (sebuah kemenangan yang sangat spektakuler). Setelah terusir dari Makkah (tanah lahir) umat Muslim kembali menguasai tempat ini, dan istimewanya tanpa ada satu tetes darah pun yang tumpah. Pada saat itu, umat Islam datang dari segala penjuru. Orang-oerang Quraisy telah pasrah, mengira bahwa akan di aniaya sebagaimana mereka menganiaya umat islam pada masa sebelumnya. Namun, Rasulullah malah mengatakan bahwa mereka dibebaskan. Sehingga kaum Quraisy dengan rela hati masuk Islam.

Pada majelis itu ada Abdullah bin Abbas yang paling muda di antara semua yang ada di majelis itu lantas mengatakan bahwa masa kehidupan Rasulullah SAW sebentar lagi akan berahir. Dan hanya Umar bin Khaththab memiliki pemahaman yang sama dengan Abdullah bin Abbas. Hal ini menunjukkan bahwa tafsir tentang suatu hal ini berkaitan dengan tingkat kepahaman seseorang.

Interaksi seseorang yang baik dengan Qur'an agar menjadikan seseorang akan memiliki kedudukan khusus di sisi Allah. Hingga Rasulullah mengatakan "Barangsiapa yang hidupnya disibukkan dengn al-Qur'an, maka Allah akan memberikan dengan sebaik-baiknya yang pernah diminta oleh orang-orang yang pernah meminta kepada-Nya."

"Sebaik-baik dari kalian adalah orang yang selalu belajara al-Qur'an dan mengajarkannya"

Segala sesuatu yang terjadi pada diri kita bukanlah sebuah kebetulan. Tapi pilihan Allah untuk menempatkan kita di tempat ini. Dan siapapun yang menyadari hal ini akan memberikan kontribusi terbaiknya. 


Siapa yang tahu tokoh islam yang terkenal dari Mongol?
Ternyata di abad 12, Islam di Tartar kembali lemah, lesu dan mengkhawatirkan. Saya mendapatkan gambaran lebih mengerikan dibanding kondisi kita sekarang. Orang tidak lagi menganggap bahwa Islam itu baik. Diremehkan, tidak diperhitungkan, bahkan terdapat sebuah kisah yang menjadi sebab kembali berjayanya Islam di tempat tersebut.
Dimulai dari seorang pangeran, Timur Leng. Ia bertemu seorang ulama, Jamaluddin, ketika sedang berburu. Dalam suasana yang tidak kondusif. Pangeran mengatakan, "sungguh kamu itu lebih rendah dari anjing-anjing itu" -mengejek-
Lalu, ulama ini mengatakan "benar tuanku, sesungguhnya aku ini lebih rendah dari anjing-anjing itu andai Tuhanku tidak mengkaruniakan akal padaku." sang Pangeran marah dan ulama ini dimasukkan ke penjara.

Namun, sang pangeran ini penasaran dan sering dengan diam-diam belajar dari ulama ini. Namun pangeran ini mengatakan bahwa ia tak akan masuk Islam sebelum ia menjadi raja. karena saat ini ia hanya pangeran yang belum memiliki pengaruh apa-apa.

Ulama ini beberapa lama kemudian keluar dan meninggal, sebelum meninggal, Rosyidin, anak ulama tersebut diberi wasiat untuk datang kepada Timur Leng dan menyampaikan salam dan menagih janji keislaman Timur Leng. Pada awalnya Rosyidin dilarang keras oleh pengawal, lalu Rosyidin mengumandangkan adzan sehingga menarik perhatian Timur Leng. Setelah bertemu, Rosyidin menyampaikan pesan ayahnya, dan Timur Leng yang memang tidak lupa, menepati janjinya dan menjadikan Islam sebagai agama resmi di negara itu.

Orang yang interaksi dengan al-Qur'annya baik, maka akan berbeda dengan orang lainnya. Karena Qur'an adalah rahasia kegemilangan, rahasia kejayaan. Jadi, orang banyak kagum sama kalian, banyak menyebut-nyebut kalian, itu karena Qur'an. Begitu pula dengan umat. Maka, apabila kalian ingin mengembalikan kejayaan umat, maka giringlah mereka kembali kepada Qur'an.