Jumat, 20 April 2012

Ia Sebuah "Rasa", bukan "Status"

Fuwaa~~~
Setelah sekian lama rasanya ga mampir kesini. *bersihin sarang laba-laba*
Oke, kali ini gue pengen share aja hal yang "terlanjur" gue tulis di twitter, dan sayang rasanya kalo tenggelam di TL twitter begitu saja.
^^
  1. sahabat adalah "rasa". bukan status. itu yang ada di kamus gue :D
  2. "kenal" dalam kamus gue adalah paham dg sebenar-benar paham. bahkan sebelum dia mulai bercerita
  3. "kenal" dalam kamus gue adalah tahu bahwa dia ada di belakang gue bahkan sebelum gue membalikan badan.
  4. tapi faktanya, semakin dekat kita dengan seseorang, semakin kita paham banyak hal yang belum kita "kenal" dari dia.
  5. "aku sangat kenal kamu" kadangkala kalimat ini sama menyebalkannya dengan "aku ga kenal kamu"
  6. seringkali yg dibutuhkan orang bukan kalimat "aku sangat kenal kamu", tapi bagaimana kita belajar mengenalnya secara perlahan
  7. mengulum cerita yang mengalir darinya perlahan. mencernanya. menyimpannya, agar kita bisa semakin paham tentang dia
  8. menjadikan setiap "mereka" adalah bagian dari diri kita. seperti satu tubuh. ikut merasakan apa yang ia rasakan.
  9. menjadikannya spesial, bahkan meskipun ia tak kunjung merasakannya
  10. bahkan dalam satu masa, tanpa kita sadari, memenuhi kebutuhannya menjadi kebutuhan kita juga.
  11. Hingga pada satu masa, tanpa disadari. ada rasa bahagia yang menelusup saat dompet kita, menjadi dompetnya juga.
  12. pada akhirnya, "persahabatan" itu tak pernah ada. sebab, entah sejak kapan, ia menjadi bagian dari diri kita. "keluarga"
  13. bahkan mungkin akan lebih erat dari ikatan keluarga kandung kita sendiri
  14. Kecintaan dalam bingkai cinta-Nya, hingga menghadirkan "Itsar". entah apa namanya. mungkin itulah yang mereka katakan sebagai "ukhuwah"