Senin, 21 Januari 2013

Netralisir

Semoga Allah lekas menghapus semua luka dan prasangka yang muncul tiba-tiba

Lagi-lagi merasa begitu berjarak. Saya tahu jalan yang kita tempuh ini sama. Hanya saja rasanya terlalu jauh jarak yang ada antara kita. Kamu jauh di depan, sementara aku tertinggal di sini.

Berkali aku belajar buat lupa. Tak peduli. Meski ragu bagaimana bisa kita setimbang.
Lalu diam, melihatmu. Aku tahu belum mampu aku buat mendengar ceritamu. Aku tahu jarak kita lebar. Aku tahu belum mampu aku memberi saran. Aku tahu aku tak paham, belum sampai pada tahap pikirmu.

Takut...
Mungkin inginku terlalu sulit.
Takut...
Semua berakhir sama seperti sebelumnya. Kamu jauh....

Aku tahu, seharusnya aku hanya tinggal menegakkan kaki, meluruskan punggung, memantapkan pandang, menguatkan hati, menajamkan fikir. Aku tahu. Tapi bahkan untuk itu saja seperti yg pernah kau bilang, "bahkan sulit".

Biarlah...
Meski rasanya ingin hilang. Meski rasanya ingin mencari tenang. Meski rasanya...aku tahu kita jauh.

Aku juga mau maju. Aku juga mau sampai kesana. Aku juga mau semakin paham.
Maaf kalau langkahku tak secepat kamu. Maaf kalau sayapku tak selebar kamu. Maaf kalau ucapku tak sekuat kamu.

Allah...
Semoga setiap luka dan prasangka yang sempat hadir bisa kikis.

Ya Allah...
Semoga bisa semakin kuat. Bisa semakin cepat.