Jumat, 04 Januari 2013

Sankyuu... Uhibbuk Fillah bi Idznillah..

bismillah...
berkali-kali rasanya memang perlu berterima kasih.
Seseorang tiba-tiba mencoba masuk, bukannya tak sadar. tapi rasanya cukup menarik.

"saya butuh sahabat" gumamku berkali.
tempat ini luas. dengan segala hal yang begitu baru.

"seseorang yang lebih dari saya. tapi tak terlalu kaku agar saya nyaman dan mampu mendengar nasihatnya." doaku bermalam-malam.
tempatku gelap. dan aku tau di depan sana ada tempat yg lebih terang yang ingin kucapai.
bukan tujuan, hanya tempat transit pertama untuk bisa maju lebih lagi.

"orang yang sudah ada disana, dan bisa menarikku kesana"
ada banyak mimpi yang berseliweran di dalam sini. kadang ada waktu dimana ia perlu dibagi. tapi tak bisa pada sembarang nama. harus ia, entah siapa, seseorang yang telah lebih mengerti.

lalu Tuhan bermain, mungkin memang sejak awal. sebab aku tak percaya kebetulan, yang ada hanyalah garis Tuhan.
Ada yang datang, masuk dan melihat-lihat. "coba saja." Tantang satu sudut hati.
"semoga nyaman" batin sudut lainnya berharap.

ketar-ketir berdoa, "Allah... bukan menafikkan naunganmu, tapi kadang manusia butuh partner agar semakin tegap berjalan ke arahmu. seperti Musa dan Harun. seperti Muhammad dan Abu Bakr. maka izinkan satu sahabat bagiku di tempat ini. sungguh, aku ingin maju. aku ingin tegap."

lalu ia selesai dengan urusannya. apa yang ia ingin tahu mungkin terjawab sudah. sempat takut. andai ia cukup puas dan memutuskan berhenti. maka biarlah, suatu hari semua akan selesai. apa bedanya nanti dan hari ini.

lalu aku belajar bernafas dengan biasa. biar semua duga terasa fatamorgana.
tapi aku tahu. Tuhanku, Allahku begitu murah hatinya.

Ada sedikit harap yang tersudut. Tersimpan rapi biar tak ada yang merasa berat. Biar hanya aku dan Tuhanku yang tahu isinya.
Biar kita berjalan seperti biasa. Tanpa ada hutang rasa.