Jumat, 08 Maret 2013

Kisah Berudu dan Daratan

hari ini berudu itu mulai punya kaki, tapi ekornya juga masih ada. ia mulai mencoba naik ke daratan.

"panas" katanya. tanah terpapar matahari langsung. tapi ia telah jenuh berenang seraya menelan air bertong-tong selama hidupnya yang panjang.

"ini pilihanku" gumam berudu. kakinya hampir melepuh. sendinya pegal. ini pertama kali ia menapak tanah. kodok lain sudah ringan melompat, menarikan pesta meminta hujan. tapi berudu baru, belumlah jadi katak. ia masih tertatah, menguatkan tapak, memperkokoh sendi.

ada saat, dimana berudu kecil senang bermain dalam air. tempat lahirnya. tempat nyamannya. tapi berudu kecil tak mau selamanya diam dalam nyamannya. andai ia punya sayap, tentu dibelahnya angkasa. tapi berudu kecil tahu ia harus tahu diri, belum lagi menapak bumi, bagaimana cerita membelah langit? jadi, yang ia tahu hanya bagaimana ia bisa memijak tanah dulu, mengokohkan kaki. baru setelah itu --andailah mungkin-- ia kuatkan lengannya, mengepak. dan seperti citanya, membelah angkasa.

ada masa, dimana berudu kecil menggeliat. jenuh, lelah, dan bingung. tapi katak di sekitarnya melompat dengan giat. berkoak dengan lantang. kadang, ia terlalu bingung untuk berbagi. yang ia tahu, katak lain bisa. maka bukan tak mungkin ia pun bisa. hanya saja, ada yang berudu kecil tak tahu : 'katak lain pernah bertanya'.
berudu kecil hanya tahu katak lain telah mampu. dan ia pun pasti mampu. tapi ia tak tahu cara bertanya. jadi ia diam, melihat dari kejauhan dan mempelajari yang bisa ia pahami. satu satu. langkahnya mungkin kecil. lompatannya mungkin tak tinggi. berudu kecil pun tahu ia lambat. bahkan tak jarang ia kesal, bosan dengan pandang yang tak kunjung melebar. tapi memaksa melompat tinggi tanpa bekal? berudu kecil tahu bahwa itu bunuh diri. belum lagi kakinya kuat sempurna.

tapi setidaknya, entah bagaimana, berudu kecil tahu ada yang melihatnya dari jauh. membantunya saat ia jatuh. mensyukuri setiap inchi pertambahan lompatannya.mendengarnya saat berudu kecil berdengung sendiri. dan terkadang, memberitahunya saat berudu kecil menemui jalan buntu.

berudu kecil tahu ia tak sendiri. maka setidaknya, ia pun berniat untuk tak berhenti.