Senin, 06 Mei 2013

Make Your Choice



Pilihan akan datang, dengan atau tanpa kita memilih

Saat kita tak mampu memilih, maka orang lain yang akan memilihkan untuk kita. Saat kita terlalu takut untuk memutuskan, maka orang lain yang akan memutuskan. Saat kita terlalu nyaman untuk berhenti, maka orang lain yang akan menghentikan. Semuanya sederhana. 

Saat zona nyaman terlalu lama membalut hari-hari kita. Hingga sadar ataupun tidak kita terlaru larut di dalamnya. Seperti garam dan air. Hingga meskipun sadar, tapi kadang terlalu masa bodoh. Berpura-pura seakan tak ada yang salah. Berpura-pura tidak tahu. Maka orang lain yang akan memaksa kita untuk berhenti.

Sebab tanpa sadar memang itulah yang kita harap-harapkan jauh dalam hati. Hanya terlalu cemas untuk mengakui. Saat kita ingin berhenti dari langkah yang lama. Tapi terlalu takut untuk berhenti dengan kaki sendiri. Tuhan punya cara lain untuk menjawab doa. Orang lain mungkin tak tahu, tapi Tuhan tahu, dan tak ragu untuk menjawabnya. Sebab mungkin Ia tahu bahwa itu yang baik untuk kita.

Saat kita terlalu takut keluar dari zona nyaman kita, maka dengan cara-Nya, melalui perantara orang lain, Ia akan mengeluarkan kita dari sana. Demi kita sendiri, untuk kebaikan yang kita pun tahu. Hanya saja, kadangkala caranya membuat kita sedikit mengeluh. 

Jadi, tenanglah... Ia hanya menjawab apa yang kita butuh.
Jadi, tenanglah... sebab sesungguhnya kita telah siap untuk maju.
Jadi, tenanglah... sebab Tuhan kita tak pernah berlalu.
Jadi, tenanglah... berhenti mengeluh, lalu percepat langkahmu.
Jadi, tenanglah... dan tetap tersenyum, karena sesungguhnya Ia tahu kita mampu.