Selasa, 09 Juli 2013

Seorang Pemenang

Berkali-kali terucap, tertulis. Mensugesti diri saat suara luar tak lagi tepat mengena.

Ukhti....
انت اخيار مما تفكرين
"Kamu lebih baik dari apa yang kamu kira"

Tulis besar-besar. Gemakan dalam hati. Kamu jatuh, kamu bangkit adalah pilihan kamu sendiri.
Mungkin saat ini lagi-lagi ada tabir yang jatuh. Kamu sendiri yang menjatuhkannya. Tak mengizinkan suara terdengar kecuali dari orang yang mau kamu dengar, dengan cara yang mau kamu terima.

Bagaimana bisa mereka yang mau mengulurkan tangan dapat sampai padamu jika kamu sendiri memutuskan untuk tak melihatnya, untuk tak menyadarinya? Lalu apakah kamu merasa ada hak untuk menyalahkan banyak orang yang (bagimu tampak) telah abai?

انت اخيار مما تفكرين
Batas itu kamu yang ciptakan.
Mungkin kamu bukan orang yang terpilih untuk menang di tujuan yang kamu mau. Tapi tak berarti kamu kalah, tak berarti kamu gagal. Suatu hari, saat seluruh tabir telah tersingkap. Saat seluruh peluh telah luruh. Saat seluruh sendi telah layak jadi saksi. Saat tapakmu telah terlalu banyak mengembara. Saat itu... lihat sendiri apa yang telah bisa kamu buat. Apa yang telah kamu ciptakan. Apa yang telah kamu ukir. Hidup tak pernah jadi sia-sia meski kamu bukan "tertakdir".

Cita selalu punya cara membimbingmu ke arahnya. Duka, air mata, rasa kalah dan lelah adalah bumbu yang buat ceritanya jadi lebih indah. Saat sabar tak lagi bisa jadi kekuatan, maka tak perlu memaksa diri melakukannya. Lari saja! Dan nikmati segala ceritanya. Tersenyumlah, dan syukuri asinnya air mata. Bayangkan bahwa laut telah ruah dalam dirimu.
Saat ada orang yang lebih mampu dari kamu, tak perlu merasa ragu, tak perlu juga merasa kalah. Nikmati, pelajari, dan jadikan dia sahabat dalam menapaki mimpi. Mungkin ia dikirimkan Allah untuk memberitahumu apa yang perlu kamu lakukan, apa yang bisa kamu kerjakan.

Cita selalu punya cara membimbingmu ke arahnya.
Kamu selalu LEBIH BAIK dari apa yang kamu kira. Lebih bisa. Lebih berpotensi.

Hanya perlu tarik nafas sejenak saat lagi-lagi terjatuh. Dan hitung sendiri apa yang masih kamu punya, dan kenali sendiri siapa dirimu sebenarnya.
Setiap pemenang selalu punya ambisi. Dan setiap ambisi selalu punya cara membuatmu sulit bernafas. Tapi yang lebih dari sekedar pemenang, selalu mampu menemukan bagaimana menikmati ceritanya, bagaimana mengukir senyuman.

Maka berjuanglah!
Untuk tetap tegak meski sesekali kamu merasa patah.
Maka berjuanglah!
Untuk tetap tersenyum meski adakalanya hatimu banjir oleh duka.
Maka berjuanglah!
Untuk selalu menjaga citamu tetap utuh. Tetap tergambar dengan nyata di pelupuk matamu. Tetap tergenggam dengan erat di telapak tanganmu.

Sebab Allah mencintaimu, dengan cara yang bahkan mengiranya pun  kamu tak mampu.
انت اخيار مما تفكرين
Kamu lebih baik dari apa yang kamu kira!!