Senin, 26 Agustus 2013

Sayap-Sayap Matahari

Kita sayap-sayap matahari. Yang seharusnya terbang dengan gagahnya. Membelah angkasa, menuntaskan cita. Ada masa memang, dimana titik kelam mencoba mengganggu kemilaunya. Tapi kita... Tetap saja sayap matahari. Yang tertiup angin senja hari, menarikan cita langit.

Kita sayap matahari. Serpih kecil dari angin kehidupan. Tapi tak berarti kita suci. Kita sayap matahari, yang tak henti diuji. Berulang kali. Lagi dan lagi. Hingga saat ujian itu telah lelah menguji. Ia coba mengganggu lewat jalur yang (katanya) dibutuhkan serpih itu. Hingga kemilaunya memudar, menghilang. Sampai ia tak lebih dari sayap biasa. Gugur, dan meranggas perlahan.

Kita sayap-sayap matahari. Menyadari itu dan saling menopang, hingga cita yang kita bawa mampu terbang. Kembali ke angkasa. Kepada Sang Penitip Misi. Kita sayap matahari. Maka mari mengembangkan sayap, perlebar jangkauan. Hingga tak ada celah bagi sang pengganggu untuk masuk dan membuat kita meranggas.