Senin, 05 Agustus 2013

Untuk Senja

Hai senja!
masih saja mengukir rindu. Lama tak singgah sejenak dari keramaian hari. Besok aku akan berhenti sesaat. Mengistirahatkan punggung yang lelah menopang tubuh selama satu bulan penuh.

Hahha... kau tahu kan senja, kita selalu berbincang lewat diam. Tertawa dengan apa yang berputar di kepala. Saling berbalas. Seperti ada mesin telepati yang kau tanam di dalam kepalaku.

Kau juga tahu satu bulan kemarin sinyal kita melemah. Aku terlalu lelah untuk menguatkan sinyalnya. Pun ketika kita bersisian. Seringkali aku tak sadar saat itu kau sangat indah. Ah tidak! Kau tak pernah tidak indah.

Ohya, titip salam untuk penciptamu yang begitu agung. Sampaikan syukurku karena telah menciptakanmu dengan begitu mempesona.

Apa kabar senja?
Besok kita berjumpa ya di tempat yang lain. Semoga saja aku tidak tertidur karena lelah. Atau terlalu sibuk mengurai rindu dengan mereka yang akan kutemui esok.

Besok aku akan melihatmu di tempat yang lain. Bukan di lapangan luas seperti tempat biasa kita bertemu. Bukan di atas motor dan beradu dengan kecepatan untuk bisa mengabadikanmu. Tapi di tempat lain yang aku pun baru akan besok kesana. Oke, selamat berjumpa. Semoga hujan tidak turun senja esok.
:)