Jumat, 20 September 2013

Awake

Kinara apa kabarnya?
Doakan saja agar pilihan ini tak akan kusesali suatu hari nanti.
Kita selalu percaya bahwa Allah telah persiapkan hampir segalanya buat kita.

Selama ini mungkin kita terlalu terpaku pada bahwa "kita mampu", Tapi terkadang Allah punya rencana lain yang jauh lebih luar biasa. Ia letakkan kita pada arena yang justru karena "kita tak mampu".

Kinara,
Hari ini aku menyadari bahwa Allah menjatuhkan air dari langit setetes demi setetes. Bagaimana kalau hujan langsung sebanyak samudra, atau danau, atau kolam, atau bak mandi di rumah yang kalau penuh pun tak cukup buat mandi satu keluarga? Bagaimana kalau hujan langsung sebesar itu? Seperti paket dari pegawai jasa pengiriman. Tadaaa! Kiriman dari tuhan, sebuah samudra!

Kinara,
Mungkinkah Allah tengah menurunkan hujan dalam hidupku? Agar aku mengumpulkan tiap tetesnya dan membangun sebuah samudra? Entah untuk siapa. Aku atau yang lainnya.
Mungkin tetesan yang kubawa masih jauh dari cukup. Atau Allah sedang membimbingku ke tukang jahit karena kantung penampung hujanku yang soak?

Kinara,
Malam ini aku menyadari. Bahwa ketika kita jatuh dan remuk. Yang diperlukan adalah menjauh sejenak dari padatnya hingar manusia. Berdialog sejenak dengan diri dan Yang Menitipkan Peran Hidup.
Bahwa saat kita merasa butuh dukungan, tak berarti bentuknya harus pujian. Meski bukan berarti makian. Tapi beberapa patah kata dari hati yang dapat menyentil hati lainnya. Meski tak selalu harus sederet fakta.

Kinara,
Hari ini aku menyadari, bahwa kalimat yang sama bisa dirasakan berbeda ketika yang bicara pun tak sama. Bahkan kalimat yang sangat baik pun bisa melukai telinga ketika tak disampaikan dengan melibatkan hati.