Sabtu, 08 Maret 2014

Harap Selintas

Malam Kinara...
kembali hari ini kita diam lagi dalam rahim ular besi. Tempat lain yang mengajak kita berdiam hanya bersama diri dan pikir sendiri.

Berwaktu ke belakang, hidup berjalan dengan tempo yang menenangkan. Cukup cepat hingga senyum dapat lebih lama berdiam di wajah ini.

Tapi ada waktu. Dimana aku terjebak dalam kerumitan kota bersama Ashiro -motorku-, ada jeda waktu sehingga pikir terkadang sulit terbang.
Terkadang, Kinara, ada rindu yang sulit diredam. Apalagi tiba-tiba ada sesosok siluet yang hampir mirip dengannya. Jaket kaos dengan pola khasnya.
Hahha, bagaimana ini, Kinara?
Berkali terlintas untuk menghadirkan sebuah pertemuan. Meski berkali pula lintasan pikir itu tergilas roda yang terhenti di tempat tujuan. Tapi dalam kepadatan lalu lintas kota ini, ia juga ikut menghangat bersama bau knalpot yang semakin menguat.

Hei, Kinara...
Bagaimanapun, aku tetap menikmatinya sebagai proses hidup yang kujalani.
Jadi bantu aku dan doakan agar ingin itu tak pernah terlaksana...