Kamis, 27 Maret 2014

Menguap

Selamat malam, Cahaya. Selamat malam, Kinara.
Kamu tahu bagaimana aku merindukan kita bertegur sapa lewat baris kata? Ah, mungkin kamu tak kan sepaham itu. Jadi biar aku katakan, aku merindumu dan baris kata yang biasa kubariskan untukmu. Ada waktu-waktu kosong dimana seharusnya aku bisa membariskan beberapa untukmu. Sekedar berbagi tentang cerita hari ini. Tapi ada beberapa hal yang akhirnya membuat mereka urung untuk berbaris. Sekedar alasan klise sebenarnya, rasa malas, ngantuk, lelah, atau rindu dengan mimpi yang seolah lebih menggoda untuk ditemui.

Selamat malam, Cahaya. Selamat malam, Kinara.
Ada beberapa hal yang mau aku bagi. Tapi perlahan banyak hal menguap begitu saja seiring waktu. Kata-kataku juga menguap, Kinara.. Hahha.

Menguap

Benar-benar menguap begitu saja, Kinar...
Hingga tak ada yang bisa aku tuliskan untukmu beberapa waktu ini.
Tapi kertas putih terlalu berharga untuk tetap ditinggalkan tetap putih,
Jadi biar saja kuceritakan bagaimana kata-kata itu bisa menguap.

Ya, menguap begitu saja bersama alir waktu.

Menguap begitu saja

Menguap

Dan akhirnya ....

Hilang