Selasa, 04 Maret 2014

Selamat Hujan, Kinara

Halo Kinara, hari ini hujan.
Bukan hari ini saja sih, sudah tiga hari ini hujan datang seperti nyaman dengan kota ini. Ah, mungkin bukan hanya nyaman. Kota ini mungkin seperti rumah singgahnya. Ya, ini Kota Hujan katanya. Maka wajar jika hujan bertandang begitu lama di kota ini.

Hei, Selamat hujan, Kinara. -Sesekali tak apa ya kita tak menyinggung waktu saat menyapa-.
Entah sejak kapan aku menyukai hujan. Banyak hal, Kinara. Banyak hal yang membuatku suka hujan. Tetes air yang pecah di permukaan bumi, dingin yang turut mengiring, bahkan percik kenangan yang terkadang menyapa.

Hei, Kinara...
Hujan seringkali mengurangi banyak hal yang berkelindan dalam memori, seperti penghapus papan tulis yang kita pakai setelah kelas usai. Hujan juga seringkali membantu menenangkan kekacauan hati, seperti pijat refleksi saat penat mulai menyapa. Atau musik alam yang memberikan imajinasi.

Aku suka hujan, Kinara. Apalagi saat banyak hal masuk ke pikiran tanpa permisi. Aku senang berdiri di bawah hujan, Kinara. Menikmati setiap tetesannya yang seakan memijat kepalaku yang tengah penat. Aku senang basah di bawah hujan, Kinara. Membiarkan dinginnya meresapi tubuh yang panas karena terlalu banyak emosi. Aku suka mendengarkan hujan, Kinara. Membiarkan simfoninya merapikan suara-suara tak teratur dalam kepala.
Aku suka hujan, Kinara...