Jumat, 18 Juli 2014

Bangun dari Mimpi

Kita terdiam dalam pikir masing-masing. Melemparkan sapa dan saling melihat satu sama lain. Kadang datang saat dirasa dibutuhkan. Tapi selebihnya berjalan masing-masing.

Ada masa dimana aku berpikir bahwa selama ini semuanya baik. Bunga-bunga bermekaran di taman yang kita singgahi. Dan kamu berjalan tenang di sisiku. Kita dalam kedamaian. Segalanya baik. Kamu yang penuh perhatian, meski terkadang terlihat keras dan tegas. Lalu ada aku yang penyabar. Semua tampak sempurna.

Hingga satu masa. Saat aku terjatuh dan terantuk batu. Sementara kamu tengah sibuk dengan banyak hal lainnya. Aku menunggu. Kupikir aku selalu menunggu. Hingga saat kamu datang dan menyentak. Mungkin kamu lelah, pikirku. Aku menunduk, dan menemukan sebuah ukiran di atas batu.

Tulisanku.

Aku terbangun dan tak tahu mesti merasa bagaimana.
Seperti kamu tertidur di sore hari dan terbangun saat petang datang. Tak yakin benar, ini awal dari pagi, atau malam yang hendak menjelang.
Aku terhenyak.

Ukiran itu... aku tahu itu tulisanku. Tapi ada yang salah. Apa yang tertulis disana berbeda dengan apa yang tersimpan sebagai memori. Pikirku kacau. Tak tahu lagi mana yang nyata, mana yang mimpi.

Aku terdiam.

Tapi aku tak boleh diam terlalu lama.
Bergegas bangun dari dunia mimpi!
Sudah waktunya kita mengukir hal nyata!