Sabtu, 23 Agustus 2014

After Release

Hei, selamat malam...
Waktu menunjukkan 49 menit lagi menuju pergantian hari saat aku mulai membariskan kata di layar ponsel.
Apa kabarmu? Semoga Allah masih menaungi jejak kita.

Saat kita berharap sesuatu. Meminta dengan ketulusan hati tanpa ada niat yang terselip, Allah tak kan segan memberi. Meski terkadang aku takut pemberian adalah ujian. Tapi, daripada merasa takut, sepertinya bersyukur akan lebih baik.

Kemarin aku memutuskan untuk keluar dari tempatku. Kembali ke sebuah tempat yang sepertinya telah cukup lama tak kusapa.
Allah memberi, saat kita mulai melangkah. Bukan sekedar menunggu.

Dan ya, ada dua hal yang kudapat hari itu.
Dua hal yang seketika melepas beban yang beberapa hari ini bertengger di dada. Ringan sekali. Bahagia itu hadir saat kita telah mampu 'membebaskan' pikir kita sendiri.
Belajar memberikan sayap pada tanda tanya, agar ia bebas mencari jawabnya.
Belajar memberikan sayap pada penantian, agar ia bisa bebas melihat indahnya sekitar.

Malam tadi aku tidur dengan damainya. Dengan mudah, dan tanpa mimpi. Aku tidur dengan pegal di sekujur tubuh, dan terbangun dengan ringan, seakan ada sayap yang tumbuh di bahuku.
Kau tahu, bagiku itu anugrah luar biasa. Melewatkan malam dengan singkat, tidur lelap, dan bangun sesuai rencana.

Kita hanya perlu jujur pada diri sendiri kepada tempat yang tepat, berdoa pada Sang Pengabul Doa, bergerak, dan bersyukur.
Serta menikmati penantian, tak hanya sekedar bersabar.

Dan pada akhirnya, hanya pada Pemilik Semesta aku pantas berterima kasih.
Untuk kemampuan melangkahkan kaki, pertemuan dengan orang-orang hebat, dan terbukanya hati.

Jadi, selamat malam.
Semoga tapakmu selalu dinaungi petunjuknya~
:)