Sabtu, 16 April 2016

Serpih Rasa

Sepuluh jemari
Dua tangan
Setangkup rasa

Yang menelusup lewat celah jemari
Satu-satu
Terbang terbawa angin
Tanpa terasa

Genggam tangan kita
Yang kadang kendur, kadang kokoh
Keyakinan hati dan ragu
Yang berganti-ganti seiring waktu

Meninggalkan kita,
Dan serpihan rasa
Yang diarak angin entah sampai dimana
Bersatu di sudut kota
Atau terpencar selamanya